Sabtu, 28 November 2009

Video Belajar Berhitung

film kartun pendidikan anak seri preschool. membantu buah hati anda mengenal berhitung dasar secara mudah dan menyenangkan

Video Belajar Mengeja Kata

film pendidikan anak seri preschool. membantu anak anak belajar mengeja kata kata dalam proses awal belajar membaca

Video balajar sholat anak

film kartun pendidikan anak seri ibadah anak. membantu anak untuk belajar sholat.

Belajar Poco-Poco

Potret buram pendidikan Indonesia

Sederetan catatan buramnya pendidikan Indonesia akibat sistem kapitalisme. Film singkat ini diproduksi oleh SyababProductions dipersembahkan untuk para pendidik negeri ini.

Kamis, 26 November 2009

Download Buku Laskar Pelangi

jika kamu suka buku Laskar Pelangi. Klik Disini untuk mendownloadnya

Wacana

Jika ingin mengetahui beberapa definisi tentang wacana dan yang berhubungan dengan wacana, klik disisni

Anyaman

Pengertian Anyaman

Anyaman merupakan seni yang mempengaruhi kehidupan dan kebudayaan masyarakat Melayu. Menganyam bermaksud proses menjaringkan atau menyilangkan bahan-bahan daripada tumbuh-tumbuhan untuk dijadikan satu rumpun yang kuat dan boleh digunakan. Bahan tumbuh-tumbuhan yang boleh dianyam ialah lidi, rotan, akar, bilah, pandan, mengkuang dan beberapa bahan tumbuhan lain yang dikeringkan.

Anyaman bermaksud proses menyilangkan bahan-bahan daripada tumbuh-tumbuhan untuk dijadikan satu rumpun yang kuat dan boleh digunakan. Bahan-bahan tumbuhan yang boleh dianyam ialah lidi, rotan, akar, buluh, pandan, mengkuang, jut dan sebagainya. Bahan ini biasanya mudah dikeringkan dan lembut
Menganyam adalah salah satu seni tradisi tertua di dunia. Konon kegiatan itu ditiru manusia dari cara burung menjalin rantin-ranting menjadi bentuk yang kuat.
Kesenian ini juga ada di berbagai budaya Nusantara. Di rumah-rumah panggung di pesisir Aceh, tikar pandan menjadi alas lantai. Di Pedamaran, Sumatra Selatan, kegiatan menganyam tikar menjadi pemandangan sehari-hari yang dilakukan ibu dan para gadis remaja. Tak heran bila kota itu disebut sebagai kota tikar. Untuk memperkenalkan Kelas Antariksa pada seni tradisi nenek moyang, mereka pun diajak menganyam kain flanel.
Mereka melakukannya dengan penuh keseriusan, agar pola tikar tidak salah. Kelak, kalau sudah terbiasa, mereka mungkin akan melakukannya sambil mengobrol, seperti halnya para penganyam tikar di desa: menganyam adalah sebuah kegiatan sosial, tempat bertukarnya cerita.
Asal Usul Anyaman
Seni anyaman adalah milik masyarakat melayu yang masih sangat di kagumi dan di gemari hinnga saat ini. Kegiatan seni anyaman telah ada semenjak zaman dahulu kala, hal ini dapat di lihat pada rumah-rumah orang jaman dahulu di mana dinding rumah mereka di anyam dengan menggunakan buluh dan kehalusan seni anyaman itu masih bertahan hingga saat ini. Rumah yang berdinding dan beratapkan nipah tidak panas, karena lapisan daun nipah yang tebal.

Seni anyaman di percaya bermula dan berkembangnya tanpa menerima pengaruh luar. Penggunaan tali, akar, dan rotan merupakan asas pertama dalam penciptaan kerajinan tangan anyaman. Bahan-bahan itu tumbuh liar di hutan-hutan, kampung-kampung, dan kawasan sekitar pantai.

Berbagai bentuk kerajinan tangan dapat di bentuk melalui proses dan teknik anyaman dari jenis tumbuhan pandan dan bengkuang. Bentuk-bentuk anyaman di buat berdasarkan fungsinya. Misalnya bagi masyarakat petani / nelayan, anyaman di bentuk menjadi topi, bakul, tudung saji, tikar, dan aneka rupa yang di bentuk untuk digunakan sehari-hari.

Selain dari tumbuhan pandan dan bengkuang, anyaman juga dapat di buat dari tumbuhan jenis palma dan nipah. Berdasarkan bahan dan rupa bentuk anyaman yang di hasilkan. Seni anyaman merupakan daya cipta dari sekelompok masyarakat luar istana yang lebih mengutamakan nilai kegunaannya. Walaupun pada tahun 1756 sampai 1794 telah terdapat penggunaan tikar untuk raja yang terbuat dari rotan.

Untuk memulai menganyam, waktu yang tepat adalah pada pagi atau malam hari dalam keadaan cuaca yang redup dan dingin. Daun-daun lebih lembut dan mudah di bentuk tanpa meninggalkan kesan-kesan pecah. Biasanya beberapa orang melakukan kegiatan menganyam secara berkelompok di halaman rumah atau beranda rumah pada waktu malam, petang, atau waktu senggang.

Seni kerajinan tangan anyaman adalah sesuatu karya yang unik dan rumit proses pembuatannya. Namun usaha untuk mempertahankannya harus di teruskan agar tidak termakan oleh perkembangan zaman. Budaya bangsa bukan hanya di lihat dari bahasa dan ragamnya saja, tetapi juga di lihat dari hasil karyanya yang bermutu tinggi. Warisan budaya yang unik ini harus selalu di terus di pelihara dan di manfaatkan bersama.

Sejarah Anyaman

Anyaman merupakan seni tradisi yang tidak mempunyai pengaruh dari luar. Perkembangan Sejarah anyaman adalah sama dengan perkembangan seni tembikar. Jenis seni anyaman pada masa Neolitik kebanyakan adalah menghasilkan tali, rumah dan keperluan kehidupan. Bahan daripada akar dan rotan adalah bahan asas yang awal digunakan untuk menghasilkan anyaman. Menurut Siti Zainun dalam buku Reka bentuk kraftangan Melayu tradisi menyatakan pada zaman pemerintahan Long Yunus (1756-94) di negeri Kelantan, penggunaan anyaman digunakan oleh raja. Anyaman tersebut dipanggil ‘Tikar Raja’ yang diperbuat daripada pohon bemban

Ada beberapa hal yang harus di ketahui tentang sejarah anyaman, yaitu :
1. Dipercayai seni graf tangan muncul dan bergembang tanpa pengaruh luar.
2. Pada zaman dahulu, kegiatan anyaman dilakukan oleh kaum wanita untuk mengisi masa senggang dan bukan sebagai mata pencarian utama.
3. Hasil graf tangan dijadikan alat untuk kegunaan sendiri atau sebagai hadiah untuk anak saudara atau sahabat handai sebagai tanda kasih atau kenang-kenagan.
4. Seseorang wanita dianggap tidak mempunyai sifat kewanitaan yang lengkap jika dia tidak mahir dalam seni anyaman.
5. Proses anyaman biasanya dijalankan oleh kaum wanita; lelaki hanya menolong menetap daun dan memprosesnya.
6. Perusahaan anyaman biasanya dilakukan secara individu dan secara kecil-kecilan yang merupakan satu usaha ekonomi bagi orang-orang di kampung.
7. Kini,terdapat organisasi dan perbadanan yang mengusahakannya, dengan skala yang besar seperti cawangan-cawangan Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia, Persatuan Gerakan Wanita Felda, Pusat Graftangan Felda, dan sebainya.
8. Hasilan anyaman bermutu tinggi bagi memenuhi keperluan pelanggan.Hasilan anyaman tidah terkongkong dalam bentuk tradisional sahaja. Ciptan dimensi baru dari segi rupa dan bentuk, warna dan corak, teknik dan bahan sering diubah-ubahkan mengiikut peredaran zaman dan cita rasa pelanggan.

Jenis-Jenis Anyaman

Jenis Anyaman Bahan Hasil anyaman
Anyaman Mengkuang Daun mengkuang Tikar, tudung salji, bekas pakaian dan lain-lain
Anyaman pandan Daun pandan duri Tikar sembahyang, hiasan dinding,
Anyaman Buluh Jenis-jenis buluh yang sesuai Bakul, bekas pakaian, nyiru, beg dan lain-lain
Anyaman Rotan Rotan yang telah diproses Bakul, bekas pakaian, tempat buaian anak dan lain-lain
Anyaman Lidi Lidi kelapa Lekar, bekas buah, bekas telor.
Anyaman ribu-ribu Paku pakis ribu-ribu. Tempat tembakau, bekas sirih terbus, bakul, bekas seba guna dan lain-lain.




Motif Anyaman
Berikut adalah contoh gambar motif anyaman :
anyaman 2 dimensi :

















Anyaman 3 dimensi :

Selasa, 10 November 2009

Evaluasi Pembelajaran

Di sini: anda dapat menemukan evaluasi pembelajaran

Pemborosan Penggunaan Kertas

Saat ini kertas sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat terutama bagi kalangan pelajar, mahasiswa dan juga para pekerja kantor. Selain kertas, penggunaan tissue juga telah menjadi kebutuhan yang hampir sama terbukti dengan ditemuinya tissue di setiap toilet dan rumah makan. Kebutuhan akan kertas semakin meningkat seiring dengan perkembangan apalagi kita terbiasa menggunakan kertas dengan cara yang boros. Hal tersebut tanpa kita sadari, bahwa pada saat yang bersamaan hutan alam kita habis ditebang, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan kertas.
Bayangkan satu rim HVS dapat menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun. Untuk mendapatkan lembaran kertas berkualitas baik, maka diperlukan campuran sebatang pohon berkayu keras dan sebatang pohon berkayu lunak. Jika dalam sehari seseorang menggunakan 5 lembar kertas, maka dalam sebulan menghabiskan 150 lembar kertas. Dalam setahun, menghabiskan 1800 lembar kertas.
Mari kita bayangkan berapa banyak pohon yang dibutuhkan untuk mahasiswa yang lolos ujian Saringan Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di tahun 2007 yang menyediakan 96.000 (sembilan puluh enam ribu) kursi. Jika mahasiswa-mahasiswa tersebut memiliki kebiasaan yang sama seperti mahasiswa yang menjadi contoh kita, yaitu menghabiskan satu rim kertas per bulan, maka secara keseluruhan dibutuhkan 69.120 pohon per tahun. Jumlah ini baru menggambarkan kebutuhan pohon untuk kertas yang digunakan oleh 96.000 mahasiswa di Indonesia per tahun dengan asumsi penggunaan kertas 1 rim per bulan, atau jika mahasiswa-mahasiswa tersebut sedikit berhemat dan mengurangi penggunaan kertas dengan mencetak di dua sisi kertas, maka kebutuhan pohon menjadi 34.560 pohon.
Selain permasalahan-permasalahan di atas masih banyak lagi permasalahan pemborosan kertas yang terjadi di tengah-tengah msayarakat kita, khususnya di sekolah-sekolah. Seperti yang kita ketahui, penggunaan kertas di lingkungan sekolah sangatlah signifikan. Setiap siswa di sekolah menggunakan kertas sebagai media pembelajran mereka, terutama sebagai alat tulis. Tidak jarang siswa yang melakukan pemborosan kertas, banyak di antara mereka yang menggunakan buku mereka tidak sebagaimana mestinya. Dalam satu mata pelajaran saja mereka terkadang menggunakan dua buah buku tulis. Bahkan buku tulis tersebut seringkali digunakan untuk menulis atau menggambar hal-hal yang tidak penting.
Permasalahan-permasalahan tersebut tentunya tidak dapat dibiarkan begitu saja. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi pemborosan penggunaan kertas,antara lain sebagai berikut:
1. Menggunakan bahan selain kertas sebagai pengganti beberapa benda dari kertas. Contohnya mengganti kertas tissue dengan sapu tangan.
2. Perubahan pembelajaran manual menjadi pembelajaran e-learning
Perubahan ini tentunya tidak dilakukan dalam keseluruhan pembelajaran. Siswa tetap mencatat pelajaran di buku tulis mereka, namun dalam pembuatan tugas yang berupa makalah atau laporan dapat dilakukan secara e-learning, yaitu dengan mengumpulkan tugas berupa soft copy ataupun dikirimkan melalui email.
3. Penggunaan kembali kertas yang sudah tidak terpakai
Kertas yang sudah tidak terpakai biasanya langsung saja kita buang, padahal kertas tersebut dapat digunakan kembali oleh kalangan tertentu seperti pedagang sayuran dan gorengan sebagai pembungkus dagangan mereka. Oleh karena itu, kertas kita yang sudah terpakai hendaknya kita berikan kepada pedagang-pedagang tersebut ketimbang dibuang sia-sia.
4. Daur ulang kertas
Kertas yang sudah tidak terpakai dapat di daur ulang kembali menjadi lembaran-lembaran kertas daur ulang dan benda-benda daur ulang lain yang dapat digunakan kembali.